Apartemen merupakan konsep hunian sebuah vertikal yang dapat mengatasi kebutuhan hunian yang terus meningkat dengan disisi lain lahan yang ada sangat terbatas. Apartemen sebagai bangunan hunian dan sebagai komersil banyak diminati oleh masyarakat kota terutama kalangan menengah keatas. Apartemen juga dikembangkan menjadi bangunan multifungsi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas perbelanjaan, rekreasi maupun perkantoranuntuk  memenuhi kenyamanan dan kebutuhan penghuni.

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak 800 km sebelah timur Jakarta, atau 435 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Jumlah penduduk Kota Surabaya sebanyak 2,87 juta jiwa pada tahun 2020. Sebanyak 1,43 juta jiwa atau 49,58% penduduk Surabaya berjenis kelamin laki-laki. Sementara, 1,45 juta jiwa atau 50,42% penduduk di kota tersebut adalah perempuan.

Saat ini Kota Surabaya yang dihuni oleh sekitar 2,87 juta jiwa dari kalangan bawah hingga menengah keatas. Hal ini berdampak terhadap kebutuhan pasokan hunian di Kota Surabaya yang juga ikut meningkat seiring peningkatan populasi itu. Meningkatnya akan kebutuhan rumah, lahan yang terbatas dengan luas kota Surabaya 326,8 km2 dan berharga tanah yang mahal sudah menjadi fenomena yang umum terjadi hampir di seluruh kota – kota besar di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penduduk kota semakin bertambah, sehingga jumlah demand (Permintaan) dan supply (Penyediaan) akan rumah tinggal tidaklah seimbang.

Jumlah  apartemen yang telah berdiri di kota Surabaya telah lebih dari 10 apartemen dan masih ada yang dalam proses pemangunan sehingga diperkirakan perkembangan apartemen akan terus meningkat setiap tahunnya.

Tujuan penyusunan studi kelayakan pembangunan apartemen adalah sebagai berikut:

  1. Mengkaji dan menganalisis potensi-potensi ekonomi pendirian apartemen
  2. Mengkaji dan menganalisis potensi pasar, tingkat persaingan antar apartemen
  3. Menghitung kelayakan investasi yang diperlukan untuk pembangunan apartemen.
  4. Menilai tingkat kelayakan untuk pembangunan apartemen tersebut.

Metodologi yang dilakukan pada studi kelayakan apartemen di Surabaya meliputi tahapan-tahapan Analisis, yaitu Analisis tapak, Analisis perekonomian, Analisis pasar, dan Analisis keuangan. Tahapan Analisis ini dilakukan secara berurutan, karena hasil Analisis pada tahap sebelumnya merupakan data bagi Analisis berikutnya.

Data yang digunakan pada  studi ini merupakan data primer dan data sekunder. Data ini digunakan dan diolah menjadi informasi yang berguna bagi penetapan keputusan pada studi kelayakan apartemen di Surabaya. Data primer didapat dari hasil survey ke lokasi proyek, perkembangan kondisi lingkungan sekitar, dan sebagainya, sedangkan data sekunder berasal dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia dan Lembaga-lembaga resmi yang kemudian diolah lebih lanjut dalam studi kelayakan apartemen tersebut.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *