Studi Kelayakan Manajemen Proyek. Merupakan suatu evaluasi yang menilai layak tidaknya proyek tertentu dari aspek manajemen. Kajian ilmiah manajemen proyek dibagi 2 bagian, yakni :

(1) bagian proyek yang berhubungan teknik

(2) bagian proyek yang berhubungan dengan komputer sains.

Para pimpinan proyek ikut terlibat di dalamnya dan turut mengawasi proyek yang akan di bangun. Penilaian proyek bukan di dasarkan pada aspek ilmu teknik saja melainkan pada aspek manajemen, ekonomi teknik, dan laporan keuangan lainnya. Dalam melakukan kajian proyek, aspek perhitungan harus cerdas dan cermat karena berhubungan langsung dengan jumlah tenaga kerja yang dikerahkan.

Faktor – Faktor Kelayakan Manajemen Proyek

Evaluasi kelayakan manajemen proyek menilai banyak aspek yang harus dipertimbangkan tapi dengan jalur yang efektif dan efisien. Dalam mengadakan proyek, maka pimpinan proyek harus selektif dan melakukan Studi Kelayakan Manajemen Proyek. Tidak bisa pengerjaan proyek tertentu dilakukan secara sembarangan karena berhubungan dengan manusia, keuangan, teknologi, dan perizinan.

Semuanya dikaji secara ilmiah dengan kalkulasi yang cerdas dan cermat. Apabila dilakukan secara tidak tepat guna dan tidak tepat waktu, maka kepercayaan investor selaku penanam modal menjadi skeptis dan tidak percaya lagi. Menjaga kepercayaan investor merupakan keharusan karena sebagai penyandang dana memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana proses pengerjaan proyek yang bersangkutan.

Anggaran

Anggaran merupakan bagian dari Studi Kelayakan Manajemen Proyek. Anggaran untuk membangun memang harus besar tapi pembagian dana untuk sektor terkait harus jelas, terarah, dan tidak boleh di manipulasi. Dana ini bukan hanya untuk pembangunan proyek saja tapi juga menggaji tenaga kerja yang bekerja di dalamnya plus bahan baku yang dilibatkan.

Kalaupun dana investor bersifat terbatas dan relatif kecil, tetap pemakaiannya harus selektif, efektif, efisien, tepat guna, dan tepat waktu. Perlu ada surat perjanjian kerjasama yang mengikat supaya tidak ada pihak yang dirugikan dan pengawasan dari dewan pengawas supaya penggunaan dana proyek bersifat terang dan jelas.

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia yang dikerahkan tidak harus besar dan tidak harus kecil tapi sesuai standar kebutuhan suatu proyek yang akan dibangun. Apabila suatu proyek berpegang teguh pada Studi Kelayakan Manajemen Proyek, hasil yang dikehendaki akan tercapai secara maksimal. Proses kalkulasi Studi Kelayakan Manajemen Proyek dijalankan dengan meninjau aspek – aspek yang terkait di dalamnya.

Sumber daya manusia bersifat pas artinya masing – masing tenaga kerja memegang peranan dan fungsi sesuai kemampuan dan keahlian. Fokus pada kemampuan kerja merupakan cara soluktif daripada memperbanyak tenaga kerja tapi minim ketrampilan bahkan memboroskan dana karena menggaji karyawan yang memiliki bidang sama.

Teknologi

Teknologi yang dipakai hendaknya memadai dan sesuai kebutuhan Studi Kelayakan Manajemen Proyek. Karena itu, penjabaran dana dituangkan dalam bentuk simulasi proyek sehingga hasilnya tidak mengecewakan. Apabila simulasi proyek berbasiskan teknologi berhasil diterapkan, maka proyek sesungguhnya siap dijalankan.

Pemakaian teknologi juga tidak boleh sembarangan hanya karena ingin menghemat dana yang keluar. Apabila pemakaian teknologi dilakukan secara asal bisa berbahaya buat para pekerja dan proyek yang bersangkutan. Para investor tidak menghendaki kegagalan dalam proyeknya khususnya dalam mengatasi kecelakaan manusia.

Demikian uraian Studi Kelayakan Manajemen Proyek dijabarkan dalam penulisan artikel yang sederhana ini. Studi Kelayakan Manajemen Proyek wajib dijalankan sebagai prosedur pertama sebelum mengerjakan proyek. Melibatkan semua elemen sebagai komponen kelayakan manajemen proyek merupakan keharusan. Salam sukses.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *