Konsultan Studi Kelayakan Bisnis Ternak

Tanah merupakan sumberdaya alam fisik yang mempunyai peranan penting dalam segala aspek kehidupan manusia. Selain sebagai tempat tinggal, lahan juga dibutuhkan untuk melakukan aneka kegiatan yang menunjang kehidupan, salah satunya adalah beternak. Walaupun dianggap penting, penggunaan lahan untuk usaha ternak, seperti ternak sapi, ternak kambing, ternak domba, ternak ayam atau ternak itik, hingga saat ini masih menjadi dilema.

Banyak yang beranggapan bahwa hewan ternak adalah penyebab kerusakan sumber daya alam. Disisi yang lain, ada keyakinan bahwa hewan ternak justru bermanfaat untuk menjaga kualitas sumber daya alam. Beternak memang ibarat pisau bermata dua, sangat bermanfaat bila diusahakan dengan baik dan benar, namun bisa menjadi bencana jika dikelola secara ceroboh.

Target:

1. Optimalisasi Usaha.

2. Menilai kesesuaian fisik lingkungan untuk meneruskan usaha peternakan.

3. Analisa potensi sumber dan daya dukung pakan ternak.

4. Analisa aktifitas wilayah pengembangan ternak disekitar lokasi.

5. Analisa lay out.

6. Menyusun arahan dan strategi pengembangan peternakan.

Dalam memcapai target tersebut seorang pebisnis memerlukan konsultan studi kelayakan bisnis ternak ayam tersebut dengan konsultan yang profesional dan berpengalaman. Konsultan studi kelayakan bisnis ternak akan mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan bisnis ternak ayam tersebut. Aspek-aspek yang dikaji dalam studi kelayakan ternak seperti aspek legal, aspek sosial, aspek teknis, aspek ekonomi, aspek pasar dan aspek keuangan. Dengan kajian tersebut konsultan studi kelayakan ternak akan memberikan perimbangan kepada pelaku bisnis tentang layak atau tidaknya pendirian ternak tersebut atau bakan ditunda untuk sementara waktu.

Data Studi Kelayakan Ternak

1. Data primer; dari hasil wawancara dan penyebaran kuisioner kepada responden yang terdiri dari para pemegang kebijakan. Pengukuran kualitas air serta cek lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi saat ini pada wilayah-wilayah terpilih dengan metode stratified random sampling pada beberapa lokasi.

2. Data sekunder yang digunakan terdiri dari data tabular dan data spasial berupa peta-peta digital dari berbagai instansi-instansi terkait seperti lembaga pemerintahan BPS, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah dan lembaga pemerintah lainnya.

Kesimpulan akhir daripada studi tersebut, nantinya dapat digunakan untuk memutuskan, apakah usaha ternak sapi, ternak kambing, ternak domba, ternak ayam atau ternak itik yang direncanakan, layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan

Layanan Lain Konsultan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *