Dalam menentukan kelayakan suatu usaha atau bisnis akan mengkaji aspek-aspek studi kelayakan. Aspek-aspek tersebut di tentukan berdasarkan aspek yang berkaitan dengan objek kajian. Secara umum aspek studi kelayakan yaitu aspek hukum, lingkungan, sosial, ekonomi, pasar, manajemen, organisasi, teknis, operasional, tapak atau lokasi, keuangan. Aspek ini saling berkaitan dan dibahas secar runtun dalam pembahasan studi kelayakan. Ada suatu pertanyaan apakah semua aspek tersebut akan dibahas dalam menyusun studi kelayakan jawabannya tentu tidak. Aspek yang dibahas dalam menyusun studi kelayakan adalah aspek yang berkaitan dan memliki pengaruh yang besar terhdadap pendirian atau pembangunan ojek kajian.

Aspek-aspek studi kelayakan tersebut akan dibahas secara umum pada artikel ini

Aspek hukum

Dalam studi kelayakan akan menyusun perijinan yang berkaitan dengan bisnis dan menguji kelayakan dari perijinan tersebut. Perijinan yang di urus seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), SEGITU (Surat Keterangan Izin Tempat Usaha),Izin HO (Hinder Ordonantie), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), Izin Mendirikan bangunan (IMB) dan lainnya

Aspek Lingkungan

Aspek lingkungan sering di bahas pada bisnis yang menghasilkan limbah seperti industri manufaktur, bisnis rumahan, tekstil, makanan dan minuman Sehingga dalam studi kelayakan perlu dilakukan pengkajian dampak lingkungan yang diakibatkan bisnis yang akan didirikan atau menguji kelayakan perijinan lingkungan yang sudah di urus.

Aspek Teknis

Dalam studi kelayakan juga harus memastikan dan mengkaji aspek teknis dari bisnis. Hak yang dikaji tersebut seperti peralatan apa saja yang diperlukan, berapa biaya investasi daripengadaan peralatan, peralatan yang digunakan sudah sesuai standart atau kualitas.

Aspek Lokasi

Dalam studi kelayakan akan melakukan survey untuk menuntukan lokasi yang strategis bagi bisnis yang akan didirikan. Pertimbangan yang dilakukan untuk penentuan lokasi bisnis seperti mudah dijangkau oleh konsumen, dekat dengan konsumen, didukung dengan berbagai fasilitas atau dekat dengan sumber bahan baku.

Aspek Pasar

Studi kelayakan akan membahas apakah bisnis yang akan didirikan memilik pasar atau tidak, bagaimana tingkat persaingan bisnis dan apakah bisnis tersebut menjanjikan dalam jangka panjang. Pembahasan yang dilakukan bisa menggunakan STP yaitu segmentasi merupakan pengelompokan pasar, Targetting untuk menetapkan Pasar Sasaran dan Positioning untuk menentukan posisi pasar.

Aspek Manajemen

Studi kelayakan akan menyusun struktur organisasi perusahaan, tugas dan tanggung karyawan dan prekrutan karyawan.

Aspek Ekonomi, Sosial dan Politik

Studi kelayakan akan membahas aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek hukum. Aspek ekonomi akan membahas factor indikator ekonomi yang dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis misalnya : PDB (Produk Domestik Bruto), investasi, valuta asing, kredit perbankan, anggaran pemerintah, pengeluaran pembangunan, perdagangan luar negeri, dan neraca pembayaran. Dari segi aspek sosial, sehingga dalam rangka keseimbangan tadi hendaknya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial. Aspek politik mempengaruhi dunia bisnis. Makin kacau politik suatu Negara akan berdampak kacau pula pada dunia bisnis di Negara tersebut dan pula sebaliknya.

Aspek Keuangan

Studi kelayakan akan menyusun laporan keungan bisnis dilihat dari investasi bisnis dan history bisnis lain. Hal yang disusun seperti laporan laba rugi, arus kas, neraca, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan resiko layak atau tidaknya bisnis tersebut.

Contoh Studi Kelayakan Bisnis

  1. XYZ bermaksud membangun perumahan dan perusahaan merencanakan meminjam sebagian kebutuhan dananya pada Bank ABC. Agar Bank ABC bersedia meminjamkan dananya kepada PT. XYZ, maka saudara diminta membantu perusahaan tersebut untuk melakukan analisis Aspek Ekonomi dan Finansial. Adapun data yang diberikan kepada saudara adalah sebagai berikut:
  2. Luas lahan yang tersedia 30.000 m2, (Sertifikat Hak Milik)
  3. Dari lahan tersedia untuk fasilitas umum dan sosial sebesar 30%
  4. Pilihan rumah yang akan dibangun tipe 36, luas tanah = 60 m2, tipe 45, Luas tanah = 70 m2, tipe 70, luas tanah =100m2
  5. Harga tanah kosong Rp 500.000,/m2
  6. Rumah di asumsi untuk kelas menengah biaya bangunan diperkirakan diantara (Rp 2.000.000 s/d Rp 3.000.000,-) per m2
  7. Sumber dana sendiri 30% dan Bank 70%, bunga uang = 12% per tahun
  8. Masa pembangunan tiga tahun, asumsi rumah habis terjual 4 tahun
  9. Biaya-biaya lain yang tidak diberikan oleh perusahaan tersebut diserahkan kepada saudara untuk memperkirakannya (asumsi), seperti: gaji pegawai, perizinan, listrik, air, telepon dan biaya kantor, bangunan kantor, peralatan kantor, mobil, sepeda motor dan lain-lain
  10. Biaya persiapan dan perizinan Rp 150.000.000,-

 

Pembahasan Contoh Studi Kelayakan dapat menghubungi No telepon yang ada pada laman web ini

(No HP/ Wa: 081260808620)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *